Minggu, 10 Februari 2013

Gerak Saham Asia Cenderung Bervariasi


Saham-saham di Asia dibuka bervariasi pada Senin, 28 Januari 2013. Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang menguat, meski bergerak di bawah level tertingginya di atas 11.000, seiring pelemahan yen.

Kondisi bursa Asia itu dipengaruhi sesi perdagangan yang kuat di bursa Wall Street, Jumat akhir pekan lalu. Saat itu, indeks S&P 500 ditutup di atas level 1.500 dan mencatat penguatan beruntun terpanjang sejak November 2004.
Ketiga indeks utama di bursa AS rata-rata juga mencatat kenaikan, didorong oleh sentimen positif laporan keuangan perusahaan.

Dikutip dari CNBC, di bursa Tokyo, indeks Nikkei sempat mencatat level tertinggi dalam 32 bulan terakhir dan berada di atas 11.000, setelah yen melemah selama akhir pekan. Investor masih menunggu hasil laporan pendapatan sejumlah perusahaan di dalam negeri.

Indeks acuan di Jepang itu naik 0,6 persen ke posisi 10.994,42, setelah menguat tinggi ke level 11.002,89. Sementara itu, indeks Topix terangkat 0,7 persen menjadi 923,36.

Namun, saham-saham di bursa Korea Selatan jatuh, dan memperpanjang penurunan setelah indeks di papan utama ditutup terendah dalam delapan pekan terakhir Jumat lalu. Penurunan indeks saham Korea dipengaruhi pelemahan yen dan kekhawatiran tentang pendapatan perusahaan kuartal keempat.

Saham raksasa teknologi, Samsung Electronics, turun 1,9 persen pada awal perdagangan, setelah mencatat penutupan terendah sejak 30 November pada Jumat lalu. The Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) juga melemah 0,4 persen.

Di bursa Selandia Baru, sebagian saham dibuka mendatar pada Senin, dengan investor mengonsolidasikan keuntungan di pasar, seiring akan berakhirnya masa liburan.

Namun, NZX, indeks acuan di bursa Selandia Baru naik 1,3 poin menjadi 4.201,185 pada awal perdagangan dengan volume perdagangan tipis. Sementara itu, bursa Australia dan Malaysia tutup karena libur nasional.

Sabtu, 09 Februari 2013

Investor Tunggu Laporan Keuangan, Saham Asia Bervariasi


Saham-saham di bursa Asia diperdagangkan bervariasi pada awal transaksi Selasa, 29 Januari 2013. Investor mengalihkan perhatian mereka pada penyampaian laporan keuangan kuartal empat 2012 sejumlah perusahaan.

Seperti dikutip dari CNBC, indeks acuan di bursa Jepang, Nikkei, dibuka turun 0,68 persen ke level 10.751,01. Sementara itu, indeks Topix juga melemah 0,37 persen menjadi 910,42.

Namun, saham-saham di bursa Korea Selatan cenderung naik, setelah sempat dilanda aksi jual investor asing pada sejumlah saham di papan utama. Kini, investor mulai mengamati pergerakan mata uang, fundamental ekonomi, dan pendapatan sejumlah perusahaan.

Saham raksasa elektronik, Samsung Electronics, mencatat penguatan 1,2 persen pada awal perdagangan hari ini. Sebelumnya, saham produsen Galaxy Tab itu sempat terkoreksi selama empat sesi terakhir.

Lonjakan harga saham Samsung itu mendorong indeks acuan Kospi naik 0,5 persen ke posisi 1.949,11 poin.

Sementara itu, sejumlan saham di Australia juga menguat 0,8 persen ke level tertinggi dalam 21 bulan terakhir, setelah perdagangan kembali dibuka pada Selasa usai libur akhir pekan.

Saham-saham di sektor keuangan memimpin penguatan pada awal transaksi hari ini. Saham Commonwealth Bank of Australia melonjak hingga 1,2 persen.
Penguatan yang ditopang saham perbankan itu memicu indeks S&P/ASX 200 meraup kenaikan 38,2 poin ke level 4.873,3. Pada Jumat lalu, indeks acuan di bursa Australia itu ditutup naik 25 poin ke posisi 4.835,2. Pasar saham Australia tutup pada Senin karena libur nasional.

Selanjutnya, di bursa Selandia Baru, indeks NZX 50 tergelincir 3,7 poin menjadi 4.200.7.

Di bursa Wall Street, tiga indeks utama juga ditutup bervariasi pada Senin. Namun, sejumlah saham masih mencoba untuk memperpanjang reli jelang akhir bulan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 14,05 poin atau 0,1 persen menjadi 13.881,93, sedangkan S&P 500 melemah tipis 2,78 poin atau 0,18 persen ke level 1.500,18. Namun, indeks Nasdaq mampu mencatat kenaikan 4,59 poin, atau 0,15 persen ke posisi 3.154,30.

Jumat, 08 Februari 2013

Mayoritas Saham Asia Menguat Pagi Ini


Saham-saham di bursa Asia bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu 30 Januari 2013, setelah sentimen positif menghinggapi indeks Standard & Poor's 500 di bursa New York.
Investor masih mengalihkan perhatian mereka kepada pendapatan sejumlah perusahaan di AS dan pengumuman kebijakan Federal Reserve.

Seperti dikutip dari CNBC, indeks S&P 500 naik 7,66 poin atau 0,51 persen menjadi 1.507,84 pada transaksi Selasa waktu New York. Namun, indeks saham teknologi, Nasdaq, turun 0,64 poin, atau 0,02 persen ke level 3.153,66.
Perolehan laba yang mengecewakan dari sejumlah perusahaan membebani beberapa saham di sektor teknologi.

Di bursa Jepang, indeks Nikkei naik 0,4 persen menjadi 10.912,77 pada awal perdagangan hari ini. Analis mengatakan, indeks Nikkei kemungkinan akan bergerak di antara level 10.800 dan 11.000 pada Rabu, setelah berakhir naik 0,4 persen ke posisi 10.866,72 sehari sebelumnya.

Investor terfokus pada laporan laba kuartalan perusahaan periode Oktober-Desember 2012, dan prospek ekonomi terkait tahun fiskal yang berakhir Maret 2014.

Beberapa faktor itu diharapkan bisa menjadi katalisator, sehingga harga saham bergerak di kisaran yang diharapkan.

Sementara itu, saham-saham di bursa Korea Selatan juga dibuka naik pagi ini, dengan saham teknologi, SK Hynix, menguat, meskipun membukukan laba yang lebih rendah dari perkiraan. Saham perusahaan pembuat chip itu terangkat 2,9 persen, setelah adanya permintaan dari produsen perangkat mobile seperti Apple.

Penguatan saham teknologi itu ikut mendorong indeks Korea Composite Stock Price Index (Kospi) naik 0,27 persen ke posisi 1.961,17.

Selanjutnya, saham-saham di bursa Australia cenderung melambung, dipicu saham pertambangan yang menguat setelah kenaikan harga tembaga yang dipengaruhi prediksi pertumbuhan ekonomi 2013.

Namun, kondisi itu tidak mampu menarik indeks S&P/ASX 200 ke level lebih tinggi. Indeks acuan di bursa Australia itu justru turun 1,3 poin ke posisi 4.887,7. Padahal, sehari sebelumnya, indeks S&P/ASX 200 mampu naik 1,1 persen atau 53,8 poin ke level tertinggi sejak April 2011.

Saham pertambangan papan atas, BHP Billiton, naik 0,9 persen, sedangkan sejumlah saham perbankan menurun. Saham National Australia Bank memimpin penurunan, setelah melemah 0,8 persen.

Sementara itu, di Selandia Baru, indeks saham NZX 50 naik 0,4 persen menjadi 4.218,9.

Kamis, 07 Februari 2013

Saham Asia Cenderung Melemah Pagi Ini


Pasar saham di bursa Asia bergerak lebih rendah pada awal transaksi Kamis 31 Januari 2013. Penurunan indeks saham regional itu dipengaruhi pelemahan bursa saham Wall Street.
Di bursa AS, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 44 poin (0,32 persen) ke posisi 13.910,42, Nasdaq ke posisi 3.142,31 atau turun 11,35 poin (0,36 persen), dan S&P 500 terkoreksi 5,88 poin (0,39 persen) menjadi 1.501,96.

Data menunjukkan, produk domestik bruto (PDB) AS secara tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal keempat 2012.

Seperti dikutip dari CNBC, di bursa Jepang, indeks Nikkei dibuka melemah, setelah naik tajam dan mampu menembus di atas level 11.000 untuk pertama kalinya dalam 33 bulan terakhir.

Indeks Nikkei diperkirakan diperdagangkan di kisaran 10.950 dan 11.200. Para analis strategi investasi mengatakan, indeks Nikkei berjangka di Chicago ditutup pada posisi 11.080 pada Rabu, atau turun 0,2 persen dari penutupan di Osaka di level 11.100.

Meskipun yen melemah, sejumlah perusahaan melaporkan laba untuk periode Oktober-Desember 2012 membaik.
Namun, menurut data Thomson Reuters StarMine, dari 26 perusahaan yang telah melaporkan kinerja kuartalan periode itu, hampir dua per tiga telah kehilangan ekspektasi pasar. Angka itu menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 56 persen.

Sementara itu, indeks di bursa Korea Selatan juga dibuka melemah, dengan penurunan yang dipimpin saham-saham papan atas. Saham Samsung Electronics turun 1 persen, Hyundai Motor terkoreksi 0,5 persen, dan Posco melemah 1,1 persen.

Kondisi itu memicu indeks Korea Composite Stock Price Index (Kospi) turun 0,2 persen ke level 1.960,41 poin.

Di bursa Australia, saham-saham juga melemah, karena investor tetap berhati-hati mengantisipasi perkembangan perekonomian di AS. Indeks S&P/ASX 200 tercatat turun 0,1 persen pada sesi pagi.

Indeks acuan itu sempat naik 0,2 persen pada Rabu ke level tertinggi dalam 21 bulan terakhir. Selanjutnya, di Selandia Baru, indeks acuan NZX 50 tergelincir 1,3 poin menjadi 4.246,3 pada awal perdagangan.

Rabu, 06 Februari 2013

Saham Asia Menguat Akhir Pekan Ini


Pasar saham Asia menguat pada awal transaksi Jumat, 1 Februari 2013, meskipun bursa Wall Street melemah sehari sebelumnya. Namun, investor masih cenderung berhati-hati menjelang laporan data tenaga kerja di AS selama periode Januari.

Pada transaksi yang berakhir Jumat dini hari WIB, tiga indeks utama di bursa AS rontok. Indeks Standard & Poor's 500 ditutup di level 1.498,11 atau melemah 3,85 poin (0,26 persen). Sementara itu, indeks Dow Jones turun 49,84 poin (0,36 persen) ke posisi 13.860,58, dengan Nasdaq tergelincir 0,18 poin (0,01 persen) menjadi 3.142,13

Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang naik 0,5 persen, dipengaruhi optimisme pelemahan yen yang akan menopang pendapatan eksportir.

Dikutip dari CNBC, pelaku pasar memperkirakan Nikkei bergerak di antara level 11.050 hingga 11.250 pada transaksi hari ini. Sehari sebelumnya, indeks acuan itu berakhir naik 0,2 persen ke level tertinggi dalam 33 bulan terakhir di posisi 11.138,66.

Indeks Nikkei telah naik 1,9 persen pekan ini, dan siap untuk mencatatkan penguatan mingguan selama 12 pekan terakhir. Periode kenaikan ini merupakan yang terpanjang sejak 1959.

Sejumlah perusahaan Jepang telah melaporkan laba yang membaik untuk periode Oktober-Desember 2012. Data Thomson Reuters StarMine menyebutkan, dari 54 perusahaan dalam indeks Nikkei yang telah mengumumkan laporan keuangan kuartalan, hampir dua per tiga mencatat kinerja di luar ekspektasi pasar. Pada periode tiga bulan sebelumnya, persentasenya mencapai 56 persen.

Sementara itu, saham di Korea Selatan diperdagangkan dalam kisaran sempit, dengan investor menunggu data tenaga kerja di AS. Saham- saham di sektor otomotif kembali bangkit, dengan Hyundai Motor naik 0,5 persen dan Kia Motors menguat 0,6 persen.

Namun, penguatan saham otomotif itu hanya mendorong Korea Composite Stock Price Index (Kospi) cenderung mendatar di posisi 1.961,99 atau dibuka naik tipis 0,14 persen.

Saham-saham di bursa Australia juga rata-rata menguat 0,4 persen, ditopang saham pertambangan besar karena lonjakan harga bijih besi. Saham BHP Billiton dan Rio Tinto keduanya naik 0,8 persen.

Indeks acuan S&P/ASX 200 pun terangkat 17,6 poin ke level 4.896,4. Indeks acuan itu sempat jatuh 0,4 persen pada Kamis setelah mencatatkan penguatan 10 hari terakhir. Di Selandia Baru, indeks NZX 50 bertahan di kisaran 4.252,6.

Selasa, 05 Februari 2013

Harapan Ekonomi Global Pulih, Bursa Asia Menguat


Indeks saham utama di bursa Asia naik tipis pada awal perdagangan Senin 4 Februari 2013. Pergerakan indeks itu didukung data Amerika Serikat yang positif dan harapan akan adanya pemulihan ekonomi global.

Sebab, Bank Sentral AS melonggarkan kebijakan moneternya, serta didukung data manufaktur yang solid dari Eropa dan China. Indeks MSCI di Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen, setelah membukukan kenaikan mingguan sebesar 0,7 persen.

"Saham Asia cenderung mengambil momentum dari kenaikan saham di AS dan aset berisiko umumnya, sehingga diperkirakan terus menguat," kata Naohiro Niimura, seorang pialang dari perusahaan konsultan dan riset saham di Jepang, seperti dikutip dari laman Reuters, Senin.

Di bursa AS, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat ke level 14.000 akhir pekan lalu, atau untuk pertama kalinya sejak Oktober 2007. Sementara itu, indeks Standard & Poor's 500 mencapai titik tertingginya sejak Desember 2007.

Jumat lalu, data AS menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan naik 157.000 selama bulan sebelumnya, direvisi ke atas untuk November dan Desember. Sementara itu, Institute for Supply Management menyatakan bahwa indeks aktivitas pabrik nasional naik ke level tertingginya sejak April lalu.

China juga diikuti dengan berita positif selama akhir pekan lalu. Sebab, indeks pembelian manajer (PMI) untuk sektor nonmanufaktur tumbuh pada Januari. Kondisi itu menunjukkan kenaikan dalam empat bulan berturut-turut, dan memperlihatkan negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia itu mulai pulih dari krisis.

Sementara itu, di bursa saham Australia, indeks dibuka naik tipis 0,2 persen pada perdagangan hari ini, setelah menguat 0,9 persen ke level tertinggi 21 bulan terakhir pada penutupan transaksi Jumat. Indeks saham Korea Selatan juga naik di awal transaksi sebesar 0,6 persen.

Di bursa acuan Jepang, indeks Nikkei 225 pun dibuka menguat 0,6 persen atau naik ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir seiring pelemahan mata uang yen terhadap dolar AS.

Senin, 04 Februari 2013

Bursa Saham di Irak Mulai Bergairah


Investor asing disinyalir memborong sekitar 70 persen dari penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) Asiacell Communications, operator telepon seluler, di bursa saham Irak.

Hal itu, merupakan kunci awal kepercayaan bagi investor asing di negara yang baru pulih dari perang beberapa tahun terakhir ini.

Shwan Ibrahim Taha, Direktur Securities Rabi di Baghdad, perusahaan pialang yang menyelenggarakan IPO saham mengatakan bahwa setidaknya tercatat US$1,3 miliar (sekitar Rp12,4 triliun) permintaan investor terhadap IPO saham Asiacell Communications, operator telepon seluler Irak.

"Itu sedikit melebihi jumlah saham yang ditawarkan sebelumnya. Sedangkan sisanya dibeli investor lokal," kata dia seperti dikutip dari laman Wall Street Journal, Senin 4 Februari 2013.

IPO Asiacell adalah penawaran saham perdana terbesar di negara Timur Tengah tersebut sejak 2008, dan minat asing tertinggi saat ini, yang menjadi sinyal positif bagi investor untuk masuk ke bursa negara yang sedang berkembang dan berisiko seperti ini.

Selain investor asing, pemegang saham pengendali Asiacell, Qatar Telecom, diketahui juga telah menggunakan momen IPO tersebut untuk  meningkatkan jumlah sahamnya di operator telepon seluler itu dari saat ini hanya 53,9 persen.

Qtel menyatakan tahun lalu bahwa pihaknya bermaksud untuk meningkatkan sahamnya di Asiacell sampai 60 persen. Hal itu, masih belum ada perubahan saat disampaikan manajemen perusahaan Qatar itu, Minggu 3 Februari 2013.

Asiacell mengungkapkan bahwa pemegang saham minoritas menjual 25 persen dari kepemilikannya atau sekitar 67,5 miliar saham, dengan harga minimal 22 dinar Irak (US$0,02) per saham. Transaksi perdana Asiacell akan dimulai hari ini di Bursa Efek Irak.

Kepala Bursa Saham Irak, Taha Abdulsalam menyatakan bahwa IPO ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar saham-saham kecil di Irak, karena jumlahnya hampir dua kali lipat dari emiten yang ditercatat.

Perdagangan saham di Bursa Saham Irak dibuka pada 2004, kini memiliki lebih dari 90 perusahaan yang mencatatkan sahamnya. Saat ini, didominasi oleh sektor perbankan.

Beberapa analis pesimistis bahwa IPO Asiacell mampu meningkatkan penjualannya melebihi angka US$1,3 miliar, di tengah kekhawatiran investor akan kerusuhan politik di Irak, dan membuat pasar saham tidak likuid.