Minggu, 16 Desember 2012

Harga Emas AS Jatuh, di Indonesia Melonjak


Harga emas jatuh pada perdagangan Selasa waktu New York, akibat meningkatnya kekhawatiran krisis fiskal di Amerika Serikat. Sementara itu, pasar juga masih dibayangi kemajuan berkurangnya beban utang Yunani.

Permintaan emas sebagai safe haven atau investasi teraman memudar setelah menteri keuangan zona euro dan Dana Moneter Internasional (IMF) setuju untuk mengurangi utang Yunani.
Namun, di pasar berjangka AS, perdagangan emas saat dibuka tetap mendekati reli harga tertinggi Jumat lalu. Para analis mengatakan bahwa posisi bullish baru tersebut bisa membantu memperpanjang reli sebelumnya.

"Kami percaya bahwa harga emas dan perak cenderung konsolidasi, karena investor masih menunggu perkembangan lebih lanjut atas negosiasi ancaman krisis fiskal AS," kata James Steel, analis logam mulia HSBC, sepert dikutip dari laman CNBC.

Harga emas di pasar spot tercatat turun 0,4 persen ke level US$1.741,86 per ounce, di bawah level tertinggi lima pekan terakhir yang mencapai US$1.754,10 pada Jumat lalu.
Sementara itu, harga emas di pasar berjangka COMEX AS, untuk pengiriman Desember ditutup turun US$7,30 pada posisi US$1.742,30 per ounce.

Dari Tanah Air dilaporkan bahwa harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk, naik Rp34.700 dari level Rp549.500 per gram pada Rabu menjadi Rp584.200 per gram.

Untuk emas dengan ukuran 10 dan 50 gram, Antam menetapkan harga di level Rp5,502 juta dan Rp27,295 juta atau masing-masing Rp550.200 dan Rp545.900 per gram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar