Minggu, 16 Desember 2012

Harga Emas Cenderung Stabil


Setelah turun selama tiga pekan berturut-turut, harga emas diprediksi menguat tipis dan cenderung mendatar pada pekan ini. Investor masih menunggu kepastian negosiasi antara parlemen dan Presiden Amerika Serikat dalam mengatasi resesi negaranya.

Seperti dilaporkan CNBC, harga emas pada Senin, 17 Desember 2012 berada di level US$1.695,01 per ons, setelah turun 0,5 persen pada perdagangan pekan lalu. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat diperdagangkan pada US$1.696,40 per ons.

Para manajer investasi Amerika Serikat lebih memilih untuk berinvestasi di emas dibandingkan saham. Pembelian emas berjangka meningkat tajam dari 126.073 kontrak menjadi 129.865 kontrak.
Di pasar mata uang, nilai tukar dolar AS menguat terhadap mata uang Asia, khususnya yen Jepang. Yen merosot ke posisi terendah dalam satu setengah tahun terakhir terhadap dolar AS.

Perdana Menteri Jepang yang baru dan Ketua Partai Demokrat Liberal, Shinzo Abe, berjanji akan bergerak cepat untuk meningkatkan perekonomian Jepang dan mengelola hubungan dengan China.
Abe berjanji akan membuat kebijakan moneter yang dapat menyelamatkan perekonomian Jepang.

Sementara itu, harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk pada Senin ini dibuka pada harga Rp581.200 per gram.
Untuk ukuran 5 gram dijual dengan harga Rp2.756.500, 10 gram Rp5.472.000, dan 250 gram Rp135.500.000. Harga buyback Antam sebesar Rp512.000 per gram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar