Jumat, 28 Desember 2012

Pemerintah Pastikan Rusun Marunda Bisa Dihuni


 Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa permasalahan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, yang dibangun Ditjen Cipta Karya pada 2005–2006 telah menemui titik terang.
Sebab, rusunawa sebanyak enam twin blok dengan jumlah 500 unit yang selama ini menganggur dalam waktu dekat akan bisa digunakan.
Kepastian ini muncul setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pemanfaatan rusunawa tersebut telah ditandatangani antara Kementerian Keuangan dan Pemda DKI.
Dalam acara MoU tersebut, Pemda DKI berjanji akan melakukan renovasi pada bangunan ini, sehingga layak huni.
Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Amwazi Idrus, mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada penyerahan rusunawa dari menteri keuangan kepada Pemda DKI Jakarta.
"Pihak Pemda DKI dalam hal ini menyambut baik tawaran Kemenkeu dan menyatakan kesanggupannya merenovasi," ujar Amwazi dalam keterangannya kepada VIVAnews, Jumat 21 Desember 2012.
Amwazi menambahkan, selama ini bangunan rusun tersebut mengalami kerusakan, lantaran tidak dihuni, sehingga tidak ada perawatan.
Menurut dia, pada mulanya, yang disasar oleh pembangunan rusunawa ini adalah warga penghuni kolong tol. Namun, menjadi masalah karena Pemprov DKI Jakarta mempermasalahkan status aset barang milik negara (BMN) yang belum dihibahkan, sehingga tidak pernah diproses penghuniannya.
Selain itu, Amwazi menambahkan, Pemprov DKI Jakarta belum sanggup membiayai perlengkapan sarana dan prasarana serta utilitas, dan biaya pemeliharaan dengan pertimbangan Pemendagri No.17/2007.
Masalah lainnya, dia melanjutkan, adalah belum tersedianya listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara dan air bersih dari PDAM untuk rusunawa ini.
Sebelumnya, Dirjen Cipta Karya, Budi Yuwono, mengatakan bahwa ada 20 twin block rusun di Jakarta yang belum dihuni dan bisa digunakan lantaran belum adanya persetujuan tertulis dari Kemenkeu mengenai hibah BMN kepada daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar