Selasa, 18 Desember 2012

Properti Komersial Diprediksi Naik 10%


 Prospek properti komersial diperkirakan naik dan berkembang cukup bagus pada kuartal keempat 2012.

"Di luar FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), secara umum prospek properti cukup bagus. Perkiraan naik 5 sampai 10 persen. Secara keseluruhan properti MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) tidak berkurang sedikit pun," ujar Eddy Ganefo, ketua umum Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) saat ditemui di sela BTN Property Expo 2012, Senayan JCC, Sabtu 22 September 2012.

Meski bisnis perumahan komersial tersebut berpotensi naik, menurut dia, ada hambatan pada sektor properti itu.

"Adanya FLPP tipe di atas 70 meter persegi dengan uang muka 30 persen," katanya. Dengan pola ini, pengembang bisa merasa susah dalam penjualan produk.
Tapi, Eddy melanjutkan, para pengembang mampu mensiasati dengan trik cash back. "Siasat ini tidak begitu terpengaruh, tahun depan akan lebih baik," katanya.

Di luar itu, Eddy memperhitungkan rencana kenaikan tarif dasar listrik sebesar 15 persen. "Harga material sebenarnya tidak ada masalah. Tapi, tarif listrik yang naik, kami khawatirkan berpengaruh pada industri ini," katanya.

Hingga akhir kuartal keempat 2012, PT Bank Tabungan Negara Tbk menargetkan pembangunan perumahan dengan pola pembiayaan subsidi FLPP hingga 50.000 unit. Jumlah ini meningkat dari target sebelumnya 16.000 unit rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar