Jumat, 25 Januari 2013

Ketua MPR: Jokowi Nggak Bisa Sendirian Atasi Banjir


Ketua Majelis Perwakilan Rakyat Taufiq Kiemas meminta semua pihak bergotong royong mengatasi banjir yang melanda ibukota negara, Jakarta. Menurutnya, mustahil banjir teratasi dengan baik bila hanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengurusi.

"Gubernurnya kan cuma satu, nggak mungkin sendirian atasi banjir, makanya harus sama-sama," kata Taufiq usai bertemu dengan Jokowi di Gedung MPR Nusantara III, Senin, 21 Januari 2013.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan kunjungannya ke MPR itu dalam rangka  memaparkan langkah-langkahnya dalam mengatasi banjir itu. "Kami berkunjung ke Pak Taufik beserta pimpinan dalam rangka konsultasi dan dukungan dalan hal banjir Jakarta, karena apapun persoalan yang ada di Jakarta bukan persoalan kecil," katanya.

Diantara langkah itu, Jokowi mengusulkan pembangunan normalisasi Sungai Ciliwung. Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan anggaran Rp250 milliar untuk program ini.

"Di Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, kami sudah siapkan Rp400 miliar untuk pembebasan tanah," tuturnya.
Kedua, pembangunan Waduk Ciawi dan Waduk Cimanggis. Menurut Jokowi, dapat membantu mengurangi banjir di Jakarta. Untuk itu, ia berharap pemerintah pusat dapat mendukung dan program ini bisa dikerjakan pada tahun ini.

Ketiga, mantan walikota Solo ini mengusulkan pembangunan sistem pompa air di Jakarta Utara, di antaranya di Muara Baru dan Ancol. "Ini agar dipercepat. Tahun ini, pengerukan sungai kecil," ujarnya.
Jokowi juga mengusulkan pembangunan sumur resapan dengan kedalaman 4 sampai 200 meter. "Ini kurangi banyak sekali risiko banjir," tambahnya.

Terowongan multifungsi (deep tunnel) juga dipaparkan Jokowi sebagai solusi banjir Jakarta. Menurut dia, opsi ini sedang dikaji oleh kementerian terkait dan segera dikerjakan. Untuk rute deep tunnel ini didesain melewati Jalan MT. Haryono hingga Pluit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar