Senin, 28 Januari 2013

Larangan Impor Buah, HKTI Minta RI Belajar dari Jepang


Himpunan Kerukunan Tani Indonesia menyambut positif kebijakan pemerintah melarang buah impor selama enam bulan ke depan. Kebijakan itu dinilai cukup konstruktif untuk mendorong semangat petani lokal.

"Permentan Nomor 60 Tahun 2012 dan Permendag Nomor 60 Tahun 2012 soal impor hortikultura, patut diapresiasi," kata Ketua Bidang Perdagangan Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Ismed Hasan Putro, dalam pesan singkat yang diterima VIVAnews di Jakarta, Senin, 28 Januari 2013.

Menurut Ismed, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia menilai kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan petani Indonesia patut dihargai. Ke depan, diharapkan lebih banyak kebijakan yang berpihak pada nasib petani dan kepentingan nasional.

"Saatnya sebagai bangsa konsisten untuk mandiri dalam kebutuhan pangan dan hortikultura. Kita patut cinta dan menyukai sayur dan buah lokal," ujarnya.

Dia pun mencontohkan bangsa Jepang dan Korea Selatan yang sangat bangga dengan produk dan hasil bumi sendiri. Dia menambahkan, sikap pragmatis dan kepentingan bisnis diharapkan tidak mengabaikan semangat bangsa untuk mandiri dan mengurangi impor.

"Bercermin pada realitas dan fenomena global, lazim jika pemerintah juga berpihak pada petani dan kepentingan nasional," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar