Kamis, 24 Januari 2013

Menkes: Banjir, Balita dan Ibu Hamil Rawan Infeksi



Pasca banjir yang melanda hampir di seluruh DKI Jakarta, meninggalkan gunungan sampah di sepanjang jalan, serta di tempat-tempat pengungsian. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengimbau balita dan ibu hamil diungsikan ke tempat berbeda.
"Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, mereka itu lebih rawan terkena infeksi," kata Nafsiah, saat meninjau lokasi pengungsian di Kantor Suku Dinas Jakarta Timur, Jatinegar, Jakarta Timur, Senin 21 Januari 2013.

Untuk membantu warga di pengungsian, Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah bantuan mulai dari obat-obatan, tempat pengugsian, tenda-tenda, tempat pengobatan, perlengkapan dan kebutuhan pengusi.

Untuk pengungsi sendiri, Kemenkes juga memberikan perlengkapan khusus diantaranya ibu bersalin, perlengkapan bayi, dan perlengkapan ibu hamil serta perlengkapan kesehatan personal.

Lebih lanjut, Nafsiah juga menyatakan jika berada di tempat kecil seperti pengungsian, warga dilarang membuang sampah dan menjaga lingkungan karena sampah, dan genangan air, memberikan kesempatan untuk hewan berkembang biak.

"Nyamuk, kecoa, tikus. Binatang-binatang itu membawa penyakit dan ini bisa dihindari," ujar Nafsiah.

Selain itu dirinya juga mengimbau agar para pengungsi mampu membedakan mana makanan yang bisa dimakan atau sudah lewat masa kadaluarsa, makanan sudah busuk, berbau, rusak, makanan tidak atau kurang matang.

Penyakit yang paling banyak dialami warga banjir sendiri, diantaranya demam, diare, gatal-gatal, penyakit kulit, batuk-pilek, serta saluran pernapasan.

Hingga kemarin, DKI Jakarta mencatat pengungsi banjir sebanyak 18.018, dengan korban meninggal dunia sebanyak 20 orang, korban luka atau rawa inap 23 orang, Rawat Jalan 14.830 orang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar