Jumat, 18 Januari 2013

Penerimaan Pajak di Bawah Target APBN-P 2012


Kementerian Keuangan mencatat penerimaan negara dari pajak pada 2012 mencapai 95 persen dari target, atau sekitar Rp800 triliun dari target APBN-P 2012 sebesar Rp1.016,2 triliun.

Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany, menjelaskan petugas pajak telah berupaya keras memaksimalkan penerimaan pajak yang memiliki potensi besar. Petugas pajak bahkan lembur pada 31 Desember 2012 untuk mengejar target penerimaan negara dari pajak.

"Orang bayar pajak 2012 di 2013, namun kita buka di akhir tahun untuk mendorong bayar PPN, jadi terselamatkan lumayan," katanya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu malam 2 Januari 2012.

Capaian tersebut, menurut Fuad, cukup baik di tengah situasi ekonomi global yang sedang terkena krisis saat ini. Krisis ekonomi global tersebut membuat harga komoditas internasional mengalami penurunan, hal tersebut berdampak pada berkurangnya pendapatan Wajib Pajak (WP) badan khususnya sektor pertambangan.

Sementara itu, Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Agus Suprijanto mengatakan pemerintah mendapatkan tambahan penerimaan negara sebanyak Rp5 triliun dari lemburnya para pegawai pajak pada penghujung tahun 2012. Penerimaan tersebut akan dimasukan pada perhitungan pajak 2013.

"Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) masih menunggu, karena ada penerimaan dari pajak masuk per 31 Desember itu ada sekitar Rp5 triliunan," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia tetap buka dan memberikan pelayanan kepada wajib pajak pada saat cuti bersama pada 31 Desember 2012 yang lalu.

Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-17/PJ/UP.41/2012 tentang Pemberian Pelayanan Perpajakan Pada Tanggal 31 Desember 2012, yang diterbitkan tanggal 19 Desember 2012.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar