Senin, 14 Januari 2013

Penerimaan Pajak Tak Capai Target


Penerimaan pajak yang diterima pada 2012 menurun dan tidak mencapai target. Penurunan itu disebabkan beberapa sektor perekonomian yang dominan menyumbang pajak kini tengah menurun.

"Jumlah penerimaan pajak 2012 sebesar Rp980,1 triliun. Ini tidak mencapai target penerimaan APBN yang sebesar Rp1.016 triliun," kata Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany, saat ditemui dalam acara "Konferensi Pers Direktorat Jenderal Pajak," di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Senin 14 Januari 2013.

Fuad menjelaskan, penerimaan pajak tahun ini sebesar 96,4 persen atau berkurang 3 persen dari 2011 sebesar 99,5 persen. Namun, berkurangnya persentase itu dilihat dari besaran target yang berbeda pada dua tahun tersebut. "Target 2011 sebesar Rp879 triliun," ujarnya.

"Penerimaan pajak ini turun karena menurunnya beberapa sektor, yaitu pertambangan, perkebunan, industri manufaktur, dan keuangan," imbuh Fuad.

Untuk bidang industri manufaktur, dia menjelaskan, penurunan penerimaan pajak berkaitan dengan turunnya kontribusi sektor itu pada produk domestik bruto (PDB), sehingga mengakibatkan penurunan pajak penghasilan (PPh).

Fuad menambahkan, sektor pertambangan juga turun, karena dipengaruhi perekonomian dunia. Dalam sektor ini, ada dua jenis pajak pertambangan, yaitu migas dan nonmigas. "Justru yang nonmigas yang menurun," ujar dia.

Lalu, sektor pertanian. Meski menurut Fuad sebenarnya bagus, di dalamnya terdapat  sektor perkebunan yang turun, misalnya kelapa sawit. Penurunan penerimaan pajak pada sektor ini disebabkan perlambatan perekonomian dunia, jumlah volume ekspor yang berkurang, dan rendahnya nilai komoditas barang.

Sektor terakhir adalah bidang leasing alat-alat berat dan penyedia jasa keuangan. Sektor itu turun karena beberapa kebijakan seperti loan to value dan peningkatan uang muka kredit kendaraan. "Itu yang mempengaruhi laba pendapatan perusahaan, sehingga menyebabkan penurunan PPh," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar