Senin, 21 Januari 2013

Potensi Transaksi Mal Turun Rp160 Miliar Akibat Banjir


Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta mencatat potensi kehilangan transaksi di pusat perbelanjaan seperti mal dan pusat perdagangan di DKI Jakarta mencapai Rp160 miliar per hari.

Ketua APPBI DKI Jakarta, Handaka Santosa, menjelaskan, potensi kehilangan transaksi tersebut terjadi pada puncak banjir menerjang Jakarta pada Kamis, 17 Januari 2013. Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan anjlok hingga 80 persen.

"Total nilai transaksi di pusat perbelanjaan mencapai Rp200 miliar per hari. Waktu Kamis lalu, kami mencatat potensi kehilangan transaksi sebesar Rp160 miliar, akibat anjloknya jumlah pengunjung," kata Handaka saat dihubungi VIVAnews, Senin 21 Januari 2013.

Sementara itu, pada Jumat hingga Minggu, jumlah pengunjung yang mendatangi pusat perbelanjaan sudah mulai pulih. Potensi kehilangan transaksi pada Jumat lalu turun menjadi Rp100 miliar dan transaksi mulai kembali pulih sepenuhnya pada Sabtu dan Minggu.

APPBI DKI Jakarta mencatat, selama banjir di DKI Jakarta pekan lalu, hanya ada dua pusat perbelanjaan yang terpaksa tutup, yaitu Mega Bekasi Hypermall dan Pluit Village. Sementara itu, seluruh pusat perbelanjaan di DKI Jakarta tetap buka.

"Tapi, sepi, karena pengunjungnya tidak ada," kata chief executive officer (CEO) Senayan City itu.

Tetap dibukanya pusat perbelanjaan di DKI Jakarta itu, dia melanjutkan, untuk memberikan tempat belanja alternatif bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Seperti di Pluit. Pluit Village tutup karena banjir, tapi Emporium Pluit tetap buka agar masyarakat tetap dapat membeli keperluan sehari-hari," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar