Rabu, 06 Februari 2013

Saham Asia Menguat Akhir Pekan Ini


Pasar saham Asia menguat pada awal transaksi Jumat, 1 Februari 2013, meskipun bursa Wall Street melemah sehari sebelumnya. Namun, investor masih cenderung berhati-hati menjelang laporan data tenaga kerja di AS selama periode Januari.

Pada transaksi yang berakhir Jumat dini hari WIB, tiga indeks utama di bursa AS rontok. Indeks Standard & Poor's 500 ditutup di level 1.498,11 atau melemah 3,85 poin (0,26 persen). Sementara itu, indeks Dow Jones turun 49,84 poin (0,36 persen) ke posisi 13.860,58, dengan Nasdaq tergelincir 0,18 poin (0,01 persen) menjadi 3.142,13

Sementara itu, indeks Nikkei di bursa Jepang naik 0,5 persen, dipengaruhi optimisme pelemahan yen yang akan menopang pendapatan eksportir.

Dikutip dari CNBC, pelaku pasar memperkirakan Nikkei bergerak di antara level 11.050 hingga 11.250 pada transaksi hari ini. Sehari sebelumnya, indeks acuan itu berakhir naik 0,2 persen ke level tertinggi dalam 33 bulan terakhir di posisi 11.138,66.

Indeks Nikkei telah naik 1,9 persen pekan ini, dan siap untuk mencatatkan penguatan mingguan selama 12 pekan terakhir. Periode kenaikan ini merupakan yang terpanjang sejak 1959.

Sejumlah perusahaan Jepang telah melaporkan laba yang membaik untuk periode Oktober-Desember 2012. Data Thomson Reuters StarMine menyebutkan, dari 54 perusahaan dalam indeks Nikkei yang telah mengumumkan laporan keuangan kuartalan, hampir dua per tiga mencatat kinerja di luar ekspektasi pasar. Pada periode tiga bulan sebelumnya, persentasenya mencapai 56 persen.

Sementara itu, saham di Korea Selatan diperdagangkan dalam kisaran sempit, dengan investor menunggu data tenaga kerja di AS. Saham- saham di sektor otomotif kembali bangkit, dengan Hyundai Motor naik 0,5 persen dan Kia Motors menguat 0,6 persen.

Namun, penguatan saham otomotif itu hanya mendorong Korea Composite Stock Price Index (Kospi) cenderung mendatar di posisi 1.961,99 atau dibuka naik tipis 0,14 persen.

Saham-saham di bursa Australia juga rata-rata menguat 0,4 persen, ditopang saham pertambangan besar karena lonjakan harga bijih besi. Saham BHP Billiton dan Rio Tinto keduanya naik 0,8 persen.

Indeks acuan S&P/ASX 200 pun terangkat 17,6 poin ke level 4.896,4. Indeks acuan itu sempat jatuh 0,4 persen pada Kamis setelah mencatatkan penguatan 10 hari terakhir. Di Selandia Baru, indeks NZX 50 bertahan di kisaran 4.252,6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar